RESENSI
Resensi Novel "Reano"
Identitas Novel
Judul Buku: Reano
Penulis: Sabrina Febrianti
Penerbit: Cloud Books
Tahun Terbit: Cetakan 1, Oktober 2020
Tebal Buku: 324 halaman
Tentang Penulis
Sabrina Febrianti, penulis yang gemar membaca dan maenulis, suka dance, menyanyi, dan menonton film berbau thiller. lhir di Jakarta, 5 Februari. Hidupnya monoton, ia tidak suka dibanggakan dan tidak menyukai keramaian, hidupnya akan terasa damai jika ditemani oleh gelap dan musik. dengan itu ia mewarnainya lewat cerita novelnya.
Ia sudah menerbitkan 3 novel yang sudah ersedia di seluruh toko buku Indonesia yang berjudul ASYA STORY, 24/7, dan PHANTERA LEO. Karya lInnya bisa kalian temukan di apikasi Wattpad denga nama pena Sabrina1928.
Sinopsis
Reano Gibadesta, lelaki dengan segala kenangan dan kesakitan yang dia rasa sendiri tanpa mau orang lain tahu apa yang sedang ia alami. Kenangan yang menyakitkan itu tentang cinta pertamanya yang memilih untuk meninggalkan Reano. Dia tertawa untuk menutupi luka, tersenyum untuk menyamarkan duka, dan pura-pura bodoh untuk terlihat bahagia.
Reano berusaha untuk move on dari masa lalunya dengan mengencani seorang gadis dikampusnya. Dari sekian banyak gadis yang mengejarnya ia memilih Daichi untuk menjadi pacarnya. Reano merasakan kalau sifat Daichi mirip dengan Fiola. Daichi sejak SMP selalu mendapat bullying dari teman dan kakak kelasnya. sekarang kejadian itu terulang kembali dikampusnya. Tapi dengan ada Reano, Daichi merasa terlindungi.
Di masa pacarannya, saat Daichi sudah mencintai Reano, tapi Reona malah sering membandingkannya dengan Fiola. Daichi merasa bingung siapa Fiola. Daichi mencari tahu tentang Fiola, hingga ia menemukan akun sosial media temannya Fiola, namanya Fandra. Daichi mengajak Fandra untuk bertemu dan menceritakan tentang Fiola, namun Fandra belum siap untuk menceritakannya. Daichi pun mencoba bertanya pada Reano, tidak disangka respon Reano menjadi marah ketika tidak ingin Daichi tahu tentang masa lalunya.
Setelah kejadian itu, hubungan Daichi dan Reano merenggang, padahal Reano sudah mencintai Daichi. Reano berusaha melakukan segala cara agar Daichi kembali padanya. Tanpa diketahu Daichi, Reano menyembunyikan rasa sakit dikepalanya. Saat tiba dirumah, Reano tumbang, ia langsung dibawa kerumah sakit dan dokter bilang di belakang kepala Reano terdapat gumpalan darah. Hal itu mengharuskan Reano dioperasi, namun belum sempat dioperasi, Reano meminta mamanya untuk membantu membacakan Talqin. Reano meninggal dunia hari itu dirumah sakit. Teman, keluarga, dan kerabatnya merasa terpukul dengan kepergian Reano.
Kelebihan
Buku ini mengajarkan apa arti kehidupan, arti betapa pentingnya kasih sayang dari orang-orang di sekitar kita, arti dalam keadaan apa pun jangan lupa tersenyum karena itu bagian dari bersyukur, dan tidak selamanya yang selalu tertawa itu bahagia didalamnya.
Cover bukunya menarik, disetiap part terdapat gambar yang lucu, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, alur ceritanya seru, dan ceritanya membuat pembaca baper dan nangis.
Kekurangan
Ada kesalahan dalam penulisan nama dan ada tokoh yang tidak dijelaskan karakternya.
Penutup
Buku ini cocok untuk kalangan remana, dari kisahnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Buku ini juga bisa jadi acuan kita yang sulit menangis tapi ingin menangis.
Nadira Farah Sevy (27)
XI MIA 6


Komentar
Posting Komentar